Sejarah pizza memiliki perjalanan panjang sebelum makanan ini dikenal sebagai salah satu hidangan populer di berbagai negara. Bentuk awalnya tidak langsung menyerupai pizza modern. Berbagai masyarakat di kawasan Mediterania sudah mengenal roti pipih dengan tambahan minyak, rempah, atau bahan lain jauh sebelum pizza berkembang di Italia.
Awal Mula Pizza dari Roti Pipih
Jauh sebelum pizza modern muncul, masyarakat di beberapa wilayah Mediterania sudah mengonsumsi roti pipih dengan berbagai tambahan di atasnya. Bangsa Yunani, Romawi, dan Mesir memiliki makanan berbentuk roti pipih yang menggunakan bahan seperti minyak, rempah, dan bahan pelengkap lainnya.
Perkembangan pizza tidak berasal dari satu penemu atau satu peristiwa. Hidangan ini tumbuh melalui perubahan bahan, cara memasak, serta kebiasaan masyarakat dari waktu ke waktu.
Pizza Berkembang di Kota Naples
Naples memiliki peran penting dalam sejarah pizza. Pada abad ke-18 hingga awal abad ke-19, kota ini menjadi kawasan pelabuhan yang ramai dengan banyak penduduk dari kelas pekerja. Mereka membutuhkan makanan yang murah, praktis, dan mudah dimakan.
Pizza memenuhi kebutuhan tersebut. Penjual makanan di Naples menawarkan roti pipih dengan berbagai topping seperti tomat, keju, minyak, bawang putih, dan ikan teri. Pada tahap ini, pizza masih memiliki hubungan yang kuat dengan kehidupan masyarakat Naples.
Tomat Mengubah Perkembangan Pizza
Tomat menjadi salah satu bahan penting dalam perkembangan pizza. Ketika penggunaan tomat semakin diterima dalam masakan Italia, bahan tersebut mulai muncul sebagai topping pada pizza di Naples.
Perpaduan adonan roti, saus tomat, minyak, dan bahan pelengkap menghasilkan makanan yang sederhana tetapi memiliki rasa yang kuat. Kombinasi tersebut kemudian menjadi dasar bagi berbagai jenis pizza yang berkembang setelahnya.
Penggunaan bahan lokal juga membuat pizza mudah beradaptasi. Setiap daerah dapat menggunakan bahan yang tersedia sesuai dengan kebiasaan dan selera masyarakatnya.
Kisah Pizza Margherita
Salah satu cerita paling terkenal dalam sejarah pizza berkaitan dengan Pizza Margherita. Pada 1889, Raja Umberto I dan Ratu Margherita berkunjung ke Naples. Menurut kisah yang populer, sang ratu mencoba beberapa jenis pizza dari pizzeria di kota tersebut.
Namun, kisah penamaan Pizza Margherita perlu dipahami sebagai cerita sejarah yang memiliki unsur legenda. Hubungan antara pizza tersebut dan Ratu Margherita menjadi bagian penting dari identitas kuliner Naples, tetapi sejarah perkembangan pizza sendiri sudah berlangsung sebelum 1889.
Baca Juga : Rahasia Membuat Saus Pizza Lezat ala Restoran di Rumah
Pizza Mulai Menyebar ke Amerika Serikat
Perjalanan pizza tidak berhenti di Italia. Imigran dari Naples membawa tradisi membuat pizza ke Amerika Serikat pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Mereka kemudian membuka usaha makanan di berbagai kota.
New York menjadi salah satu kota penting dalam perkembangan pizza di Amerika. Gennaro Lombardi sering mendapat perhatian dalam sejarah pizza Amerika karena membuka usaha pizza yang memperoleh izin pada 1905. Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa beberapa imigran Italia sudah menjual pizza di New York sebelum periode tersebut.
Salah satu nama yang kembali mendapat perhatian dalam penelitian sejarah adalah Filippo Milone. Ia diduga telah membuka beberapa usaha pizza setelah tiba di New York pada akhir abad ke-19. Temuan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan pizza Amerika melibatkan lebih banyak tokoh daripada satu orang saja.
Pizza Semakin Populer di Amerika
Pada awalnya, pizza di Amerika banyak dikonsumsi oleh komunitas imigran Italia. Seiring waktu, makanan tersebut mulai menarik perhatian masyarakat yang lebih luas.
Pada dekade 1930-an dan 1940-an, pizza mulai berkembang di luar komunitas Italia-Amerika. Setelah Perang Dunia II, popularitasnya meningkat lebih jauh dan pizza mulai dikenal sebagai makanan yang praktis serta cocok untuk berbagai kesempatan.
Perkembangan tersebut juga mendorong munculnya berbagai gaya pizza. New York, Chicago, dan wilayah lainnya kemudian memiliki karakteristik pizza masing-masing.
Pizza Menjadi Makanan Global
Setelah popularitasnya meningkat di Amerika Serikat, pizza semakin mudah ditemukan di berbagai negara. Restoran dan jaringan makanan cepat saji membantu memperkenalkan pizza kepada masyarakat dengan selera yang berbeda.
Perkembangan global tersebut juga membuat topping pizza semakin beragam. Setiap negara dapat menyesuaikan bahan dengan kebiasaan makan lokal. Karena itu, pizza modern memiliki banyak variasi yang berbeda dari bentuk tradisionalnya di Naples.
Pizza akhirnya tidak lagi identik dengan satu negara atau satu gaya penyajian. Makanan ini berkembang menjadi hidangan global yang dapat menyesuaikan diri dengan budaya dan selera setempat.
Perkembangan Pizza hingga Sekarang
Saat ini, pizza hadir dalam berbagai bentuk, ukuran, jenis adonan, dan topping. Restoran tradisional tetap mempertahankan gaya pizza tertentu, sementara restoran modern terus mengembangkan kombinasi bahan baru.
Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa popularitas pizza tidak hanya berasal dari rasanya.
Tinggalkan Balasan