Kenapa pizza berbentuk bulat? Pertanyaan sederhana ini ternyata memiliki jawaban yang berkaitan dengan cara membuat adonan, proses memasak, hingga kebiasaan menyajikan pizza. Bentuk bulat bukan sekadar pilihan tampilan. Bentuk tersebut muncul dari cara pembuat pizza mengolah adonan dan memberikan beberapa keuntungan saat pizza masuk ke dalam oven.
Meskipun banyak orang mengenal pizza sebagai makanan berbentuk lingkaran, tidak semua pizza memiliki bentuk tersebut. Beberapa jenis pizza justru menggunakan bentuk persegi atau persegi panjang.
Adonan Pizza Secara Alami Mudah Dibentuk Menjadi Bulat
Salah satu alasan kenapa pizza berbentuk bulat berasal dari cara pembuatannya. Pizzaiolo atau pembuat pizza biasanya memulai proses dengan bola adonan. Mereka kemudian menekan, meregangkan, dan memutar adonan hingga membentuk lembaran tipis.
Gerakan tersebut membuat adonan melebar dari bagian tengah ke arah luar. Ketika pembuat pizza memutar adonan sambil meregangkannya, bentuk lingkaran muncul secara alami. Metode ini juga membantu pembuat pizza mempertahankan ketebalan adonan secara lebih merata.
Membentuk lingkaran dari bola adonan juga tidak membutuhkan cetakan khusus. Pembuat pizza cukup menggunakan tangan untuk mengatur ukuran dan ketebalan adonan sesuai kebutuhan.
Baca Juga : Sejarah Pizza, dari Makanan Sederhana hingga Mendunia
Bentuk Bulat Memudahkan Proses Memasak
Bentuk pizza juga berkaitan dengan proses pemanggangan. Pizza tradisional, terutama gaya Neapolitan, sering dimasak dalam oven dengan panas tinggi. Bentuk lingkaran membantu pembuat pizza mengatur posisi adonan di dalam oven tanpa harus berhadapan dengan sudut seperti pada bentuk persegi atau persegi panjang.
Tidak adanya sudut tajam membuat bagian tepi pizza memiliki jarak yang relatif seragam dari bagian tengah. Kondisi tersebut membantu pembuat pizza mendapatkan hasil pemanggangan yang lebih konsisten ketika menggunakan teknik dan oven yang tepat.
Namun, bentuk bulat bukan satu-satunya bentuk yang bisa menghasilkan pizza yang matang dengan baik. Jenis pizza yang menggunakan loyang juga dapat memakai bentuk persegi atau persegi panjang.
Bentuk Bulat Membuat Adonan Mudah Diregangkan
Adonan pizza memiliki sifat elastis karena jaringan gluten di dalamnya. Saat pembuat pizza menekan dan meregangkan adonan, bentuknya dapat berubah mengikuti gerakan tangan.
Pembuat pizza biasanya memulai dari bagian tengah kemudian bergerak ke arah luar. Memutar adonan selama proses tersebut membantu menjaga bentuk tetap seimbang. Karena itu, bentuk bulat bukan hanya hasil akhir. Bentuk tersebut sudah muncul sejak tahap awal ketika pembuat pizza membentuk bola adonan dan mulai meregangkannya.
Bentuk Bulat Berkaitan dengan Tradisi Pizza Naples
Pizza modern memiliki hubungan erat dengan Naples, Italia. Kota tersebut memainkan peran penting dalam perkembangan pizza yang kemudian dikenal luas di berbagai tempat.
Pizza Neapolitan tradisional memiliki bentuk bulat dengan bagian tepi yang lebih mengembang. Proses pembuatannya menggunakan adonan yang diregangkan dengan tangan sebelum diberi topping dan dimasukkan ke dalam oven.
Seiring penyebaran pizza ke berbagai negara, bentuk bulat tersebut ikut menjadi bagian dari gambaran umum tentang pizza. Restoran dan pembuat pizza kemudian mengembangkan berbagai gaya sesuai teknik dan selera masing-masing.
Tidak Semua Pizza Berbentuk Bulat
Meskipun bentuk bulat sangat identik dengan pizza, beberapa jenis pizza menggunakan bentuk yang berbeda. Pizza al taglio dari Roma, misalnya, umumnya disajikan dalam potongan berbentuk persegi panjang. Ada pula gaya pizza lain yang dipanggang menggunakan loyang sehingga mengikuti bentuk wadahnya.
Pizza persegi atau persegi panjang juga memiliki kelebihan tersendiri. Bentuk tersebut cocok untuk pemanggangan menggunakan loyang dan memudahkan pembuat mengatur adonan dalam area yang tersedia.
Kenapa Pizza Bulat, tetapi Kotaknya Persegi?
Hal lain yang sering membuat orang penasaran adalah bentuk kotak pizza. Jika pizzanya bulat, mengapa kotaknya justru berbentuk persegi?
Jawabannya berkaitan dengan kebutuhan produksi dan distribusi. Kotak persegi lebih mudah dibuat, dilipat, ditumpuk, dan disimpan dibandingkan kotak berbentuk lingkaran. Ruang kosong pada bagian sudut juga dapat membantu melindungi pizza selama proses pengemasan dan pengiriman.
Artinya, bentuk pizza dan bentuk kotaknya memiliki tujuan yang berbeda.
Bentuk Bulat Menjadi Ciri yang Melekat pada Pizza
Pada akhirnya, bentuk bulat menjadi salah satu ciri yang paling mudah dikenali dari pizza. Bentuk tersebut muncul dari perpaduan teknik mengolah adonan, kebutuhan memasak, kemudahan membagi makanan, dan tradisi yang berkembang dalam pembuatan pizza.
Jadi, jika selama ini kamu menganggap bentuk bulat pada pizza hanya sebagai pilihan estetika, ternyata ada alasan praktis di baliknya. Meski begitu, keberadaan pizza persegi dan persegi panjang menunjukkan bahwa pembuat pizza tetap memiliki banyak cara untuk mengolah makanan yang satu ini.
Tinggalkan Balasan