Dari Roti Miskin: Menelusuri Sejarah Awal Mula Pizza di Kota Napoli
Mengetahui sejarah awal mula pizza membawa kita kembali ke gang-gang sempit di Napoli, Italia, pada abad ke-18. Saat itu, makanan ini bukanlah hidangan mewah yang kita kenal sekarang, melainkan solusi praktis bagi rakyat jelata. Penduduk Napoli yang bekerja sebagai buruh pelabuhan membutuhkan makanan murah yang bisa mereka santap dengan cepat sambil bekerja. Oleh karena itu, para pedagang kaki lima mulai menjual roti datar dengan berbagai bumbu sederhana di pinggir jalan.
Makanan Bertahan Hidup Kaum Lazzaroni
Pada awalnya, pizza merupakan makanan pokok bagi kaum Lazzaroni atau masyarakat kelas bawah di Napoli. Mereka hidup dalam kemiskinan dan membutuhkan asupan kalori yang terjangkau untuk energi harian. Pizza versi awal ini hanyalah sebuah roti datar yang dipanggang di oven berbahan bakar kayu.
Para pembuat roti biasanya hanya menambahkan minyak zaitun, lemak babi, garam, dan taburan rempah di atas adonan. Terkadang, mereka juga menambahkan parutan keju caciocavallo CRS99 untuk menambah rasa gurih yang sederhana. Namun, tampilan pizza saat itu masih sangat berbeda jauh dengan pizza modern yang penuh warna dan topping melimpah.
Revolusi Merah: Kedatangan Tomat di Eropa
Perubahan besar dalam sejarah awal mula pizza terjadi ketika tanaman tomat masuk ke daratan Eropa. Awalnya, masyarakat Eropa menganggap tomat sebagai tanaman hias yang beracun karena warnanya yang mencolok. Mereka takut mengonsumsinya karena tanaman ini berasal dari keluarga nightshade yang terkenal berbahaya.
Akan tetapi, penduduk miskin di Napoli yang kelaparan mulai memberanikan diri mencoba buah merah ini di atas roti mereka. Hasilnya sungguh luar biasa karena perpaduan asam segar tomat ternyata sangat cocok dengan roti gurih. Sejak saat itu, penggunaan saus tomat menjadi standar baru yang mengubah pizza menjadi hidangan yang lebih nikmat.
Evolusi dari Jalanan Menuju Restoran
Seiring berjalannya waktu, popularitas pizza mulai merambah ke luar kalangan buruh kasar. Kedai pizza pertama yang bernama Antica Pizzeria Port’Alba mulai melayani pelanggan dengan meja dan kursi pada tahun 1830. Sebelumnya, orang-orang hanya membeli pizza di kios pinggir jalan dan membawanya pergi.
Inovasi terus berkembang seiring dengan munculnya berbagai varian topping baru yang lebih beragam. Namun, esensi pizza Napoli tetap terjaga pada kesederhanaan bahan dan teknik pemanggangan yang cepat. Suhu oven yang sangat panas memastikan roti matang sempurna namun tetap lembut di bagian dalam.
Lahirnya Sang Legenda: Pizza Margherita
Momen paling ikonik dalam sejarah pizza terjadi pada tahun 1889 saat Ratu Margherita dari Savoy mengunjungi Napoli. Seorang pembuat pizza terkenal bernama Raffaele Esposito menyajikan tiga jenis pizza khusus untuk sang Ratu. Salah satu pizza tersebut menggunakan warna bendera Italia: merah (tomat), putih (mozzarella), dan hijau (basil).
Ratu sangat menyukai varian tersebut sehingga akhirnya nama beliau diabadikan sebagai nama pizza tersebut. Kejadian ini menjadi titik balik penting karena pizza mulai mendapatkan pengakuan dari kalangan bangsawan dan elit. Akhirnya, makanan yang tadinya dianggap “roti miskin” kini telah naik kelas menjadi hidangan nasional yang membanggakan.
Baca Juga: Pizza Italia vs Amerika: Perbedaan Autentik dan Asal-Usulnya
Warisan Dunia dari Napoli
Saat ini, pizza telah menjadi bahasa universal dalam dunia kuliner internasional. Meskipun telah banyak mengalami modifikasi di berbagai negara, versi asli Napoli tetap menjadi standar emas bagi para pecinta kuliner. UNESCO bahkan menetapkan seni pembuatan pizza Napoli sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2017.
Kesimpulannya, perjalanan panjang dari roti datar berminyak hingga menjadi hidangan global adalah bukti kreativitas manusia dalam keterbatasan. Kita bisa melihat bagaimana kebutuhan dasar kaum buruh menciptakan warisan yang dinikmati jutaan orang hingga saat ini. Menghargai sepotong pizza berarti kita juga menghargai sejarah panjang masyarakat Napoli yang luar biasa.
Tinggalkan Balasan